Hukum Doa Qunut dalam Shalat Subuh Menurut Hadits

Doa Qunut adalah doa yang dibacakan ketika shalat setelah kembali atau tegak dari ruku’. Biasanya doa ini dibacakan dalam rangkaian shalat subuh.

Hukum Doa Qunut dalam Shalat Subuh
sumber icon: freepik.com | edit: islamrukun.com

Doa Qunut adalah doa yang dibacakan ketika shalat setelah kembali atau tegak dari ruku’. Biasanya doa ini dibacakan dalam rangkaian shalat subuh. 

Memang ada berbagai macam pendapat tentang pembacaan doa qunut ini. Namun terlepas dari itu semua, kembali kepada mazhab masing-masing. Boleh baca dan boleh tidak, yang terpenting bagi umat islam adalah mengerjakan shalat wajibnya dan tidak bolong-bolong. Baca: Keistimewaan Shalat

Allah sendiri dengan khusus memerintahkan kita untuk mengerjakan shalat subuh.

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “tunaikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (tunaikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu dilihat (oleh malaikat).” (Q. S. Al-Isra’: 78)

Rasulullah Saw.. bersabda, “Saling berdatangan menghampiri kalian malaikat malam dan malaikat siang, lalu mereka berkumpul pada shalat fajar dan asar, kemudian naiklah malaikat yang mendatangi kalian pada waktu malam, lalu Allah Swt. bertanya kepada mereka dan Dia Maha Mengetahui tentang keadaan mereka:

Rasulullah Saw. Bersabda lagi, “Sesungguhnya shalat yang sangat berat (menunaikannya) bagi orang-orang munafiq yaitu shalat isya dan shalat fajar (subuh), andailah mereka paham akan keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka pasti menunaikannya meski dengan cara merangkak, sungguh aku ingin untuk mendirikan shalat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki untuk mengimami shalat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri shalat berjama’ah untuk membakar rumah mereka dengan api”. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu banyak keistimewaan shalat subuh yang bisa kita raih. Dalam sabdanya Nabi Muhammad Saw. Mengatakan:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidak akan masuk ke dalam neraka orang-orang yang menunaikan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat subuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menuntut kamu dengan sesuatu yang berada di dalam jaminan -Nya, sebab barangsiapa yang dituntut oleh Allah dengan sesuatu dari apa yang ada pada jaminan -Nya maka dia pasti akan merasakan akibatnya, lalu Allah akan mencampakkan dia di atas wajahanya di dalam neraka Jahannam” (H.R. Muslim)

Terkait hukum pembacaan doa qunut tadi, berikut pendapat dua imam mazhab.

Imam As-Syafi’i RA mengatakan bahwa doa qunut itu disunahkan pembacaannya pada shalat subuh dan dilakukan setelah melakukan ruku’ pada rakaat kedua atau saat berdiri dari ruku’.

Sementara Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, qunut itu merupakan amaliyah sunah yang dikerjakan pada shalat witir yaitu dikerjakan setelah ruku. Sedangkan qunut pada shalat subuh tidak dianggap sunnh.

Dikutip dari sebuah hadits pendapat lain mengatakan bahwa Rasulullah hanya membacakan doa qunut apabila kala itu terjadi musibah atau bencana dan bukan hanya pada shalat subuh saja tapi seluruh shalat wajib. Sebagaimana dalam hadits berikut:

Dari Anas bin Malik RA., “Sesungguhnya beliau Nabi Muhammad Saw. melakukan Qunut selama sebulan, beliau mengutuk mereka (kaum yang zhalim), kemudian Nabi meninggalkannya. Adapun pada waktu shalat Subuh Nabi tetap melakukannya sampai beliau wafat.” (HR. Baihaqi).

Dari Ibnu Mas’ud RA., “Bahwasanya Nabi SAW. pernah melakukan qunut shalat Subuh selama sebulan, tetapi kemudian ditinggalkannya.”

Demikianlah penjelasan tentang hukum doa qunut dalam shalat subuh. Kesimpulannya adalah boleh dibacakan dan boleh tidak. Dibacakan lebih baik dan tidak dibacakan juga tidak berdosa.

Wallahualam.