MUI Tegaskan Vaksinasi Selama Ramadan Tidak Batalkan Puasa

Dalam penetapan Awal Ramadan 1442 H, Majelis Ulama Indonesia menegaskan Vaksinasi Selama Ramadan Tidak Batalkan Puasa.

 

icon: iconfinder / edit: islamrukun.com

Dalam konferensi pers online kemarin, Senin (12/4/2021) bersama dengan Kementerian Agama dalam penetapan Awal Ramadan 1442 H, Majelis Ulama Indonesia menegaskan Vaksinasi Selama Ramadan Tidak Batalkan Puasa.

Hal ini disampaikan oleh KH Abdullah Jaidi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Kaderisasi menegaskan, ia menegaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan selama bulan Ramadan tidak akan membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalankan oleh muslim Indonesia.

"Vaksin di bulan Ramadan intinya bahwa orang yang sedang berpuasa tidak membatalkan puasanya kalau divaksin," ujar Jaidi.

1. Batal dan tidaknya puasa tergantung kondisi Kesehatan si penerima vaksin

Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Jaidi
Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Jaidi /  Dok. IDNTimes

Dikatakan oleh beliau KH Abdullah Jaidi, kondisi kesehatan diri seseorang yang menerima vaksin ketika bulan Ramadan harus tetap diperhatikan. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah ada bahaya atau tidak yang mengancam kesehatan diri si penerima vaksin tersebut.

"Tenaga medis itu harus memperhatikan ini walaupun fatwanya membolehkan, artinya tidak membatalkan, tetapi tergantung kondisi masing-masing," ujar Jaidi.

2. Ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan tidak mendukung program vaksinasi

Sebelumnya Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh juga mengatakan bahwa ibadah puasa tidak boleh dijadikan sebagai suatu alasan untuk tidak mengikuti anjuran pemerintah Indonesia dalam menjalankan vaksinasi.

Vaksinasi adalah upaya kita untuk menghentikan penyebaran wabah COVID-19. Karena itu, vaksinasi COVID-19 dan tes swab tetap dapat dilakukan meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Jangan sampai kemudian ibadah puasa dijadikan alasan untuk tidak mendukung program dan juga langkah penanganan COVID-19,” kata Ni'am dalam acara Talkshow “Bulan Suci Ramadan Sebagai Momentum Melindungi Diri dari Risiko COVID-19”, Senin (12/4/2021).

3. Dibolehkan untuk tes usap atau swab saat sedang berpuasa

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh (Dok. Sagas COVID-19)


Lebih lanjut lagi membahas mengenai pelaksanaan tes swab di saat sedang menjalankan ibadah puasa. Asrorun Ni’am menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan tes usap atau swab, baik itu dilakukan/diambil dari dari mulut ataupun hidung, tidak akan membatalkan ibadah puasa.

"Demikian juga untuk kepentingan deteksi COVID-19 dengan tes swab pada saat puasa, apakah itu membatalkan atau tidak, MUI juga telah menetapkan fatwa bahwa tes swab baik melalui hidung atau melalui mulut itu tidak membatalkan puasa,” katanya.

“Karena itu sekalipun kita sedang puasa kalau ada langkah deteksi misalnya kita mau perjalanan dinas, swab test tetap bisa dilakukan. Ini bagian dari ikhtiar lahiriah,” tambah Ni'am.

Jadi, tidak perlu khawatir lagi tentang vaksinasi saat bulan Ramadan ya, toh MUI telah menegaskan Vaksinasi Selama Ramadan Tidak Batalkan Puasa.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1442 H / 2021 M, semoga ibadah kita dilancarkan dan dimudakan oleh Allah Swt. dan terbebas dari pandemi